Gampong Panteriek ditetapkan sebagai desa percontohan Anti Korupsi.
Gampong di Banda Aceh dirikan RGG untuk menekan pencegahan stunting.
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL)
Pelantikan TPG Panteriek kec. Lueng Bata periode 2025-2031
Kunjungan ibu Illiz sa'aduddin djamal
Menurut orang tua dulu mengatakan bahwa gampong Panteriek sudah ada sejak tahun 1600M, hal ini dapat dibuktikan dengan sebuah peninggalan sejarah yang berupa kitab suci Al-Quranulkarim yang ditulis oleh seorang ulama pada tahun 1732 M. Ulama tersebut bernama Syeik Abdurrahman, atau biasa dikenal dengan sebutan Tgk Chik Panteriek, sehingga dari nama beliaulah gampong ini diberi nama gampong Panteriek pada tahun 2006. sejumlah sejarawan Indonesia mengatakan bahwa Tgk Chik Panteriek merupakan salah seorang ulama yang namanya tercatat dalam sejarah Indonesia. Asal usul mengenai nama panteriek yang berasal dari kata pante yang berarti pantai, hal ini dikarenakan letak gampong panteriek ini dekat dengan terusan krueng Aceh yang terhubung sampai ke laut, sedangkan kata riek yang berarti buah kelapa tua, hal ini dikarenakan daerah ini banyak ditemukan pohon kelapa di pinggiran pantai sehingga disebutlah Panteriek.
Secara administratif, Panteriek berada di bawah Kemukiman Lueng Bata. Dahulu, wilayah ini sempat berada di bawah Kabupaten Aceh Besar (Kecamatan Mesjid Raya, lalu Darussalam) sebelum akhirnya masuk ke dalam wilayah administratif Kota Banda Aceh.
?Berbeda dengan gampong lain di sekitarnya yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Gampong Panteriek tercatat memiliki penduduk yang heterogen dengan penganut agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha akibat perkembangan perumahan baru.